Kamis, 09 Juni 2011

the real man!!

1. Menangis memohon ampun Di hadapan Allah sebagai hamba yang bersalah.. 
2. Menangis ketika tidak mampu membahagiakan kedua orang tua.. 
3, menangis karna dalam sehari tidak berbuat baik sedikit pun.. 
4. Menangis bukan karna kehilangan sesuatu tapi mendapatkan sesuatu.. 
5. menangis karna anugrah bukan karna musibah.. 




bukan 
1. menangis hanya kehilangan sesuatu yang di sayangi (karna semua pasti akan kembali kepada yang punya segalanya).. 
2. menangis karnaCinta (Horisontal) kacangan yang biasa terjadi di akhir zaman.. 
3. menangis karna rasa takut yang mengancam diri sendiri.. 
4. menangis karna merasa tidak mendapatkan sebuah pertolongan.. 
5. Menangis karna tidak bisa menerima kenyataan dan ujian.. 


lantunan puisi


Ma’e-pa’e
(10.031/M.Mika Rizki)

Rika pancen segala-galane neng dunya
Nana seng nandingi nangdi-nangdi
Rika pancen segala-galane nganggo nyong
Nana seng ngluwihi nangdi-nangdi

Pengorbanane rika ora bisa di bales go apa-apa
Awan-bengi melek ngango anak-anake
Pengorbanane rika ora bisa ditung-itung akehe sepira
 Awan-bengi luru doet go anak-anake

Rina-wengi donga go kesuksesan anak-anake
Rina-wengi netesake oloh nanggo anak-anake
Ora mampu nyong mbales jasa-jasane
Mokor bisa  dungakna seng apik-apik bae

Maturnuwon sak katah-katahe
Maturnuwon nganggo sekabehane
Palingana rika jembar ati lan rizkine
Palingana oleh berkah neng dunya-akhirat

Khusnul khotimah ..
Amin yaa robal’alamin..


Sulitnya Dapat Keadilan Di Negeri Ini


   Apakah kalian merasakankeadilan di negri yang kita cintai ini?? Yang telah kita pertahankan selama 68 tahun ini?? Oh malangnya rakyat-rakyat kecil yang hidup dengan kejamnya negri ini dengan kejamnya polusi di sekeliling mereka, mereka hanya bertahan hidup dengan belaskasihan kita, tetapi para aparat petinggi negri ini melarang kita untuk memberi mereka yang mungkin bagi mereka tak ada artinya sama sekali, bahkan mereka punya semboyan sendiri untuk rakyat-rakyat kita “pedulibukanberartimemberi”.
Hassss, bullshit yang telah mereka buat atas hak kita, kita hanya ingin membantu mereka, toh yo itu juga uang kembalian permenlah, krupuklah, yang mungkin tak seberapa dengan para pejabat tinggi yang telah memakan uangmereka, ber-juta, ber-milyar, ber-triliyun bahkan mereka makan sendiri, pantaskah dengan yang mereka perbuat (!).
Dari pejabat petinggi hingga kaki tanganmereka-pun menjadi tikus-tikus JAHANAM (!) yang hanya ingin memperkaya diri mereka dengandosa, sudahkah kalian pertanyakan diri kalian sendiri ha? Wahai presidenku?. Ataukah kalian hanya berangga-bangga dengan uang yang telah kalian tileb selama ini!. Tak sadarkah kalian tentang rakyat-mu ini yang menangisi akan keadilan itu?.
Polisi, bahkan penegak hukum-pun mereka tak menunjukkan akan janji mereka yang katanya ingin menegakkan hukum!! Apa mereka hanya ingin memeras uang rakyat kecil, bahkan mereka para rakyat kecil sampai tak tahu apasalah mereka di tilang dengan begitu PD-nya ya kali!!
Wahai presiden kamu harus dengar suara ini, suara yang keluar dari dalam goat, yang penuh lumut kebosanan, kami ingin keadilan dari sebagian hak-hak kami, hak-hak anak kami, yang terpaksa kami pekerjakan bersama kami, bersama polusi yang merenggut masa keceriaan anak kami.